SMK Negeri 3 Yogyakarta adalah satu-satunya sekolah menengah kejuruan yang ikut meramaikan ajang HONDA DBL 2013 dari 24 sekolah yang berpartisipasi. Sebelumnya SMKN 3 Yogyakarta belum pernah mengikuti Laga sebesar DBL ini. Tim basket memang sering mengikuti lomba-lomba dan bertanding melawan SMA-SMA di Yogyakarta seperti Dynamite Cup, LKS dan lain-lain. Memang untuk DBL baru bisa terwujud pada tahun 2013 ini, dikarenakan belum matangnya para pemain basket SMKN 3 sendiri, dan pada tahun 2013 ini pelatih basket SMK 3 Yogyakarta, Kukuh Hardopo Putro benar-benar yakin dalam mengikuti kompetisi DBL ini. Dia melihat dari semangat dan antusias anak-anak tim basket dan potensi mereka yang besar dalam laga ini. Dan dari awal memang bukanlah kemenangan yang diinginkan oleh beliau, namun awal yang baru untuk SMKN 3 yang ingin ia mulai terlebih dahulu.
Untuk anak anak SMKN 3 Yogyakarta, DBL adalah hal yang baru maka mereka mempersiapkan dengan matang-matang semua kelengkapan DBL sejak 8 bulan sebelum Laga dimulai. Dari Tim Dance yang mendadak dibentuk oleh siswi-siswi, Tim jurnalis, dan latihan rutin untuk para anggota tim. Perjuangan SMKN 3 diawali dengan petikan buah pertama yang manis, yaitu menjadi pendaftar pertama di kantor Radar Jogja pada tanggal 1 januari lalu. Tim basket, dance dan jurnalis SMK 3 sudah menunggu di kantor Radar Jogja dari jam 11 siang, padahal pendaftaran baru dibuka jam 2 siang. Seluruh anggota tim dari SMKN 3 mengunakan sistem shift, yaitu bergantian menunggu pendaftaran buka. Jam 6 sore setelah dinyatakan menjadi pendaftar pertama dan berhak mendapatkan bonus bola basket untuk sekolah, mereka pulang dengan senyuman bahagia, dan berkesempatan menjadi sumber berita di koran, Radar Jogja.
Karena baru pertama kali tim SMKN 3 Yogyakarta mengikuti laga DBL, SMKN 3 memiliki sedikit kesulitan dalam keuangan, sekolah belum menganggarkan dana untuk kegiatan kompetisi Honda DBL, tetapi karena kebijakan sekolah akhirnya sekolah berhasil menyiapkan setidaknya 14 juta rupiah untuk DBL ini. Dana sebesar itu, dipergunakan antara lain, 6 juta untuk membeli baju basket, latihan dance perminggu dan properti dance. 3 juta untuk keperluan supporter dan properti supporter seperti banner,konsumsi dan alat musik. Sedangkan sisanya untuk tiket, bahkan sempat dikabarkan dana ini membengkak karena tiket pada laga Big Eight sendiri menghabiskan 800 tiket. 370 tiket pada pertandingan pertama dan 600 tiket untuk pertandingan ke dua. Meskipun demikian semangat anak anak yang tidak mengenal luntur untuk mengikuti DBL membuat sekolah pun juga ikut senang, dan tidak segan mendukung anak anak.
Perjuangan yang patut diacungi jempol adalah sukarelawan tim supporter yang setiap minggu latihan koreografi suporter yang dimulai sejak sebulan sebelum laga dimulai. Suporter SMKN 3 juga memiliki kaos supporter yang disablon menggunakan kaos masing masing anak dan disablon oleh lima orang setiap pulang sekolah di base camp dekat sekolah. Mereka juga yang memiliki inisiatif dengan menyambut panitia DBL dengan mengecat selokan di depan sekolah dengan tulisan “ SMKN 3 goes to DBL” saat roadshow. Jadi peran supporter juga sangatlah besar dalam membangkitkan semangat semangat peserta DBL, dari tim basket, tim dance maupun tim jurnalis. Mereka selayaknya yang menghidupkan lapangan. Merekalah. Supporterlah yang meramaikan saat SMK 3 bermain dalam big eight dan memenuhi 3 tribun di GOR UNY dan semuanya lengkap menggunakan seragam batik. Kaos putih pada pertandingan kedua dan kaos hitam untuk pertandingan pertama. Salut kepada mereka karena mayoritas siswa SMKN 3 Yogyakarta datang dari kalangan menengah kebawah. Mereka menyisihkan uang saku mereka untuk mendukung sekolah mereka di laga Honda DBL 2013. Salah satunya adalah Arsyadi Ahmad kelas XI TKJ yang tiap harinya berangkat kesekolah menggunakan sepeda ontel, bahkan ia sering berjualan kue molen di sekolah untuk tambahan uang saku. Namun ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendukung sekolahnya bermain di DBL. Sungguh luar biasa perjuangan anak-anak SMKN 3 Yogyakarta.
Dengan segala semangat dan kerja keras seluruh warga SMKN 3 tidak salah ketika sekolah mendapatkan salah satu nominasi SPIRIT AWARD pada tahun 2013 ini, penghargaan yang sebelumnya disandang oleh SMA Kolese De Britto pada Honda DBL 2012 lalu. Selain penghargaan itu supporter SMK3 juga mendapatkan juara 2 pada tahun 2013 ini. Walaupun hanya sampai ke babak Big Eight namun yang lebih patut dilihat adalah perjuangan anak anak SMKN 3 Yogyakarta sendiri. Mulai dari tim basket putra, tim dance, tim jurnalis, dan siswa siswi yang ikut mendukung dan meramaikan suasana pertandingan di GOR UNY .
Menjadi satu satunya SMK di laga ini, SMK 3 tidak kalah semangat dengan sekolah lain yang berpartisipasi. Bisa ikut meramaikan Honda DBL 2013 adalah hal yang sangat membanggakan dan menginspirasi semua civitas academica SMKN 3. Harapan kedepan, semoga SMKN 3 dapat mengikuti Honda DBL 2014 mendatang dengan semangat yang sama dan dengan permainan yang lebih baik.
--------
Ini nih tulisan aku buat DBL 2013 maret kemaren. Alhamdulillah dapet juara 1 bareng Sahid Suhono sebagai tukang foto, kalo mau kecenya ya fotografer haha. Dan alhamdulillah juga tim basket SMK N 3 Yogyakarta banyak meraih prestasi buat DBL ini. And full appreciate sama guruku tercinta Heni Nugraha atas bimbingannya nulis tulisanku ini XOXO miss. Dan juga bagi kalian Jurnalis diatas sebagai contoh tulisan aja kalo kalo bingung mau nulis tulisan bebas tu kyk gimana (exp) hahaha. salam prajurit pelangi ayay~ :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar